<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039</id><updated>2011-04-22T06:38:25.484+07:00</updated><category term='Standar Nasional'/><category term='5 Cara Guru Belajar'/><category term='Jalan Kaki'/><category term='9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa'/><category term='Cara Belajar'/><category term='SMP Terbuka'/><category term='SD SMP Satu Atap'/><category term='Moody'/><title type='text'>Dra. Lisdawati Zuismar</title><subtitle type='html'>Guru SMP Negeri 23 Padang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-6950776727428654429</id><published>2009-02-24T13:09:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T13:12:29.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa'/><title type='text'>9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-2591" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left;" src="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg?w=82&amp;amp;h=93&amp;amp;h=93" alt="" border="0" height="93" width="82" /&gt;&lt;/a&gt;“Pendidikan” mempunyai banyak pengertian, tetapi secara umum diterima sebagai suatu perubahan perilaku. Tulisan dimaksudkan bukan untuk menganalisa teori yang ada dibalik Pendidikan Orang Dewasa, melainkan untuk memahami prinsip-prinsip Pendidikan Orang Dewasa (atau yang biasa disingkat POD) yang dapat diterima. Prinsip-prinsip yang disajikan di sini pada dasarnya sama dengan yang dikembangkan pada beberapa pelatihan yang menggunakan metode instruksional, tetapi satu hal yang membedakan adalah prinsip-prinsip POD lebih dikenal secara luas. (&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/9-prinsip-pendidikan-orang-dewasa.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;span id="more-3810"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-6950776727428654429?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6950776727428654429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6950776727428654429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/9-prinsip-pendidikan-orang-dewasa_24.html' title='9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-6885209037014368097</id><published>2009-02-24T13:07:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T13:22:36.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='5 Cara Guru Belajar'/><title type='text'>5 Cara Guru Belajar</title><content type='html'>Perubahan paradigma pendidikan yang cukup dramatis pada saat sekarang ini, mau tidak mau menuntut para guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada. Salah satu cara yang efektif agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada yaitu melalui belajar secara terus menerus. Dengan demikian, tuntutan untuk belajar tidak hanya terjadi pada siswa yang dibelajarkannya, tetapi guru itu sendiri pun justru dituntut untuk senantiasa belajar tentang bagaimana mengajar yang baik. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk belajar, diantaranya: (&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/5-cara-guru-belajar.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-6885209037014368097?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6885209037014368097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6885209037014368097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/5-cara-guru-belajar_24.html' title='5 Cara Guru Belajar'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-62680305362958117</id><published>2009-02-24T13:04:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T13:06:51.027+07:00</updated><title type='text'>9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-2591" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left;" src="http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/02/picture2.jpg?w=82&amp;amp;h=93&amp;amp;h=93" alt="" border="0" height="93" width="82" /&gt;&lt;/a&gt;“Pendidikan” mempunyai banyak pengertian, tetapi secara umum diterima sebagai suatu perubahan perilaku. Tulisan dimaksudkan bukan untuk menganalisa teori yang ada dibalik Pendidikan Orang Dewasa, melainkan untuk memahami prinsip-prinsip Pendidikan Orang Dewasa (atau yang biasa disingkat POD) yang dapat diterima. Prinsip-prinsip yang disajikan di sini pada dasarnya sama dengan yang dikembangkan pada beberapa pelatihan yang menggunakan metode instruksional, tetapi satu hal yang membedakan adalah prinsip-prinsip POD lebih dikenal secara luas.&lt;span id="more-3810"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan training (pelatihan) dan pendidikan, dan biasanya diterapkan pada situasi kelas formal atau untuk sistem on the job training (magang). Tiap bentuk pelatihan sebaiknya memuat sebanyak mungkin 9 prinsip yang tersebut di bawah ini. Supaya kita mudah mengingatnya (9 prinsip tersebut), maka biasanya digunakn sistem jembatan keledai atau istilah asingnya mnemonic, yaitu RAMP 2 FAME.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;R = Recency&lt;br /&gt;A =  Appropriateness&lt;br /&gt;M =  Motivation&lt;br /&gt;P  =  Primacy&lt;br /&gt;2  =  2 -  Way Communication&lt;br /&gt;F  =  Feedback&lt;br /&gt;A  = Active Learning&lt;br /&gt;M  =  Multi - Sense Learning&lt;br /&gt;E   =   Excercise &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prinsip-prinsip ini dalam berbagai cara sangat penting, karena memungkinkan Anda (pelatih) untuk menyiapkan satu sessi secara tepat dan memadai, menyajikan sessi secara efektif dan efisien, juga memungkinkan anda melakukan evaluasi untuk sessi tersebut. Mari kita coba lihat ide-ide yang melatarbelakangi istilah RAMP 2 FAME. Penting untuk dicatat bahwa prinsip-prinsip ini tidak disajikan dalam satu urutan. Kedudukannya sama dalam satu kaitan antar hubungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;R - RECENCY&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari Recency menunjukkan kepada kita bahwa sesuatu yang dipelajari atau diterima pada saat terakhir adalah yang paling diingat oleh peserta/ partisipan. Ini menunjukkan dua pengetian yang terpisah di dalam pendidikan. Pertama, berkaitan dengan isi (materi) pada akhir sessi dan kedua berkaitan dengan sesuatu yang “segar” dalam ingatan peserta. Pada aplikasi yang pertama, penting bagi pelatih untuk membuat ringkasan (summary) sesering mungkin dan yakin bahwa pesan-pesan kunci/inti selalu ditekankan lagi di akhir sessi. Pada aplikasi kedua, mengindikasikan kepada pelatih untuk membuat rencana kaji ulang (review) per bagian di setiap presentasinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan tentang  recency&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Usahakan agar tiap sessi yang diberikan berjangka waktu yang relatif pendek, tidak lebih dari 20 menit (jika itu memungkinkan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika sessi lebih dari 20 menit, harus sering diringkas (direkap). Sessi yang lebih panjangsebaiknya dibagi-bagi ke dalam sessi-sessi yang lebih pendek dengan beberapa jeda sehingga anda dapat membuat ringkasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Akhir dari tiap sessi merupakan suatu yang penting. Buatlah ringkasan/rekap dari keseluruhan sessi dan beri penekanan pada pesan-pesan atau poin-poin kunci.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Upayakan agar peserta/partisipan tetap “sadar” kemana arah dan perkembangan dari belajar mereka&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;A : APPROPRIATENES  (Kesesuaian)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari appropriatenes atau kesesuaian mengatakan kepada kita bahwa secara keseluruhan, baik itu pelatihan, informasi, alat-alat bantu yang dipakai, studi kasus -studi kasus, dan material-material lainnya harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta/partisipan. Peserta akan mudah kehilangan motivasi jika pelatih gagal dalam mengupayakan agar materi relevan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, pelatih harus secara terus menerus memberi kesempatan kepada peserta untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara informasi-informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya yang sudah diperolah peserta, sehingga kita dapat menghilangkan kekhawatiran tentang sesuatu yang masih samar atau tidak diketahui.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai appropriatness :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Pelatih harus secara jelas mengidentifikasi satu kebutuhan bagi peserta agar mengambil bagian dalam pelatihan. Dengan kebutuhan yang teridentifikasi, pelatih harus yakin bahwa sehala sesuatu yang berhubungan dengan sessi sesuai dengan kebutuhan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan deskripsi, contoh-contoh atau ilustrasi-ilustrasi yang akrab (familiar) dengan peserta.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;M: MOTIVATION  (motivasi)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari motivasi mengatakan kepada kita bahwa pastisipan/peserta harus punya keinginan untuk belajar, dia harus siap untuk belajar, dan harus punya alasan untuk belajar. Pelatih menemukan bahwa jika peserta mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar atau rasa keinginan untuk berhasil, dia akan lebih baik dibanding yang lainnya dalam belajar. Pertama-tama karena motivasi dapat menciptakan lingkungan (atmosphere) belajar menjadi menye-nangkan. Jika kita gagal menggunakan hukum kesesuaian (appropriateness) tersebut dan mengabaikan untuk membuat material relevan, kita akan secara pasti akan kehilangan motivasi peserta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai motivasi:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Material harus bermakna dan berharga bagi peserta, tidak hanya bagi pelatih&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Yang harus termotivasi bukan hanya peserta tetapi juga pelatih itu sendiri. Sebab jika pelatih tidak termotivasi, pelatihan mungkin akan tidak menarik dan bahkan tidak mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Seperti yang disebutkan dalam hukum kesesuaian (appropriateness), pelatih suatu ketika perlu mengidentifikasi satu kebutuhan kenapa peserta datang ke pelatihan. Pelatih biasanya dapat menciptakan motivasi dengan mengatakan bahwa sessi ini dapat memenuhi kebutuhan peserta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Bergeraklah dari sisi tahu ke tidak tahu. Awali sessi dengan hal-hal atau poin-poin yang sudah akrab atau familiar bagi peserta. Secara perlahan-lahan bangun dan hubungkan poin-poin bersama sehingga setiap tahu kemana arah mereka di dalam proses pelatihan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;P : PRIMACY  (Menarik Perhatian di awal sessi)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari primacy mengatakan kepada kita bahwa hal-hal yang pertama bagi peserta biasanya dipelajari dengan baik, demikian pula dengan kesan pertama atau serangkaian informasi yang diperoleh dari pelatih betul-betul sangat penting. Untuk alasan ini, ada praktek yang bagus yaitu dengan memasukkan seluruh poin-poin kunci pada permulaan sessi. Selama sessi berjalan, poin-poin kunci berkembang dan juga informasi-informasi lain yang berkaitan. Hal yang termasuk dalam hukum primacy adalah fakta bahwa pada saat peserta ditunjukkan bagaimana cara mengerjakan sesuatu, mereka harus ditunjukkan cara yang benar di awalnya. Alasan untuk ini adalah bahwa kadang-kadang sangat sulit untuk “tidak mengajari” peserta pada saat mereka membuat kesalahan di permulaan latihan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai primacy:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Sekali lagi, upayakan sessi-sessi diberikan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sebaiknya sekitar 20 menit seperti yang disarankan dalam hukum recency.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Permulaan sessi anda akan sangat penting. Seperti yang anda ketahui bahwa sebagian banyak peserta akan mendengarkan, dan oleh karena itu buatlah semenarik mungkin dan beri muatan informasi-informasi penting ke dalamnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Usahakan agar peserta selalu “sadar” arah dan perkembangan dari belajarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Yakinkan peserta akan memperoleh hal-hal yang tepat pada saat anda pertama kali meminta mereka melakukan sesuatu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2 : 2- WAY COMMUNICATION (Komunikasi 2 arah)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari 2-way-communication atau komunikasi 2 arah secara jelas menekankan bahwa proses pelatihan meliputi komunikasi dengan peserta, bukan pada mereka. Berbagai bentuk penyajian sebaiknya menggunakan prinsip komunikasi 2 arah atau timbal balik. Ini tidak harus bermakna bahwa seluruh sessi harus berbentuk diskusi, tetapi yang memungkinkan terjadinya interaksi di antara pelatih/fasilitator dan peserta/partisipan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai 2-way communication:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Bahasa tubuh anda juga berkaitan dengan komunikasi 2 arah: anda harus merasa yakin bahwa itu tidak bertentangan dengan apa yang anda katakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rencana sessi anda sebaiknya memiliki interaksi dengan siapa itu dirancang, yaitu tak lain adalah peserta.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;F: FEEDBACK (Umpan Balik)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari feedback atau umpan balik menunjukkan kepada kita, baik fasilitator dan peserta membutuhkan informasi satu sama lain. Fasilitator perlu mengetahui bahwa peserta mengikuti dan tetap menaruh perhatian pada apa yang disampaikan, dan sebaliknya peserta juga membutuhkan umpan balik sesuai dengan penampilan/kinerja mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penguatan juga membutuhkan umpan balik. Jika kita menghargai peserta (penguatan yang positif) untuk melakukan hal-hal yang tepat, kita mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar agar mereka mengubah perilakunya seperti yang kita kehendaki. Waspada juga bahwa terlalu banyak penguatan negatif mungkin akan menjauhkan kita memperoleh respon yang kita harapakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai feedback:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Peserta harus diuji (dites) secara berkala untuk umpan balik bagi fasilitator&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pada saat peserta dites, mereka harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka sesegera mungkin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tes bisa juga meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan fasilitator secara berkala mengenai kondisi kelompok&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Semua umpan balik tidak harus berupa yang positif, seperti yang dipercaya banyak orang. Umpan balik positif hanya setengah dari itu dan hampir tidak bermanfaat tanpa adanya umpan balik negatif&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pada saat peserta berbuat atau berkata benar (misal menjawab pertanyaan), sebut atau umumkan itu (di hadapan kelompok/peserta lain jika itu mungkin).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Persiapkan penyajian anda sehingga ada penguatan positif yang terbangun di awal sessi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perhatikan betul-betul peserta yang memberi umpan balik positif (berbuat betul) sama halnya kepada mereka yang memberi umpan balik negatif (melakukan kesalahan).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;A : ACTIVE LEARNING (Belajar Aktif)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari active learning menunjukkan kepada kita bahwa peserta belajar lebih giat jika mereka secara aktif terlibat dalam proses pelatihan. Ingatkah satu peribahasa yang mengatakan “Belajar Sambil Bekerja” ? Ini penting dalam pelatihan orang dewasa. Jika anda ingin memerintahkan kepada peserta agar menulis laporan, jangan hanya memberitahu mereka bagaimana itu harus dibuat tetapi berikan kesempatan agar mereka melakukannya. Keuntungan lain dari ini adalah orang dewasa umumnya tidak terbiasa duduk seharian penuh di ruangan kelas, oleh karena itu prinsip belajar aktif ini akan membantu mereka supaya tidak jenuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai active learning:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Gunakan latihan-latihan atau praktek selama memberikan instruksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan banyak pertanyaan selama memberikan instruksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sebuah kuis cepat dapat digunakan supaya peserta tetap aktif&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika memungkinkan, biarkan peserta melakukan apa yang ada dalam instruksi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika peserta dibiarkan duduk dalam jangka waktu lama tanpa berpartisipasi atau diberi pertanyaan-pertanyaan, kemungkinan mereka akan mengantuk /kehilangan perhatian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;M : MULTIPLE -SENSE LEARNING&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari multi- sense learning mengatakan bahwa belajar akan jauh lebih efektif jika partisipan menggunakan lebih dari satu dari kelima inderanya. Jika anda memberitahu trainee mengenai satu tipe baru sandwich mereka mungkin akan mengingatnya. Jika anda membiarkan mereka menyentuh, mencium dan merasakannya dengan baik, tak ada jalan bagi mereka untuk melupakannya.&lt;br /&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan mengenai multiple-sense learning:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Jika anda memberitah/mengatakan sesuatu kepada peserta, cobalah untuk menunjukkannya dengan baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan sebanyak mungkin indera peserta jika itu perlu sebagai sarana belajar mereka, tetapi jangan sampai lupa sasaran yang ingin dicapai&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ketika menggunakan multiple-sense learning, anda harus yakin bahwa tidak sulit bagi kelompok untuk mendengarnyaa, melihat dan menyentuh apapun yang anda inginkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Saya dengar dan saya lupa&lt;br /&gt;Saya lihat dan saya ingat&lt;br /&gt;Saya lakukan dan saya paham&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Confusius, 450 SM) &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;E. EXERCISE (Latihan)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum dari latihan mengindikasikan bahwa sesuatu yang diulang-ulang adalah yang paling diingat. Dengan membuat peserta melakukan latihan atau mengulang informasi yang diberikan, kita dapat meningkatkan kemungkinan mereka semakin mampu mengingat informasi yang sudah diberikan. Yang terbaik adalah jika pelatih menambah latihan atau mengulangi pelajaran dengan mengulang informasi dalam berbagai cara yang berbeda. Mungkin pelatih dapat membicarakan mengenai suatu proses baru, lalu menunjukkan diagram/overhead, menunjukkan produk yang sudah jadi dan akhirnya minta kepada peserta untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Latihan juga menyangkut intensitas. Hukum dari latihan juga mengacu pada pengulangan yang berarti atau belajar ulang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor untuk pertimbangan dalam exercise:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Semakin sering trainee mengulang sesuatu, semakin mereka mengingat informasi yang diberikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dengan memberikan pertanyaan berulang-ulang kita meningkatkan latihan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Peserta harus mengulang latihannya sendiri, tetapi mencatat tidak termasuk di dalamnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ringkaslah sesering mungkin karena ini bentuk lain dari latihan. Buatlah selalu ringkasan saat menyimpulkan sessi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Buat peserta selalu ingat secara berkala apa yang telah sidajikan sedemikian jauh dalam presentasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sering disebutkan bahwa tanpa beberapa bentuk latihan, peserta akan melupakan 1/4 dari yang mereka pelajari dalam 6 jam, 1/3 dalam 24 jam, dan sekitar 9 % dalam 6 minggu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prinsip-prinsip dari belajar berkaitan kepada pelatihan dan pendidikan. Prinsip-prinsip tersebut digunakan di seluruh sektor/area, baik dalam ruang kelas atau sistem magang. Prinsip-prinsip ini dapat digunakan kepada anak-anak dan remaja sebaik kepada orang dewasa. Instruksi yang efektif harus menggunakan sebanyak mungkin prinsip-prinsip ini, jika tidak keseluruhan-nya. Pada saat anda merencanakan satu sessi, lihat keseluruhan draft untuk meyakinkan bahwa prinsip-prinsip telah digunakan dan jika tidak, mungkin perlu suatu revisi (perbaikan).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Diambil dari Bahan TOT Pemberdayaan Komite Sekolah. 2006/   http://akhmadsudrajat.wordpress.com/&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-62680305362958117?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/62680305362958117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/62680305362958117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/9-prinsip-pendidikan-orang-dewasa.html' title='9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-135981206185292667</id><published>2009-02-24T12:57:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T13:17:48.746+07:00</updated><title type='text'>5 Cara Guru Belajar</title><content type='html'>Perubahan paradigma pendidikan yang cukup dramatis pada saat sekarang ini, mau tidak mau menuntut para guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada. Salah satu cara yang efektif agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada yaitu melalui belajar secara terus menerus. Dengan demikian, tuntutan untuk belajar tidak hanya terjadi pada siswa yang dibelajarkannya, tetapi guru itu sendiri pun justru dituntut untuk senantiasa belajar tentang bagaimana mengajar yang baik. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk belajar, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Guru belajar dari praktik pembelajaran yang dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara belajar guru yang pertama ini dilakukan melalui usaha untuk senantiasa memonitor, menganalisis dan melakukan refleksi atas setiap praktik pembelajaran yang dilakukannya. Melalui cara seperti ini guru akan memperoleh sejumlah pengetahuan dan pemahaman baru (the best practice) tentang siswa, sekolah, kurikulum, dan berbagai strategi pembelajaran. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (1, 2) merupakan salah satu bentuk cara belajar guru semacam ini (Cochran-Smith and Lytle, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Guru belajar melalui interaksi dengan guru lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara belajar guru yang kedua dapat dilakukan melalui interaksi dengan guru lain, baik secara formal maupun informal. Secara formal, misalnya melalui kegiatan mentoring (tutorial) yang dilakukan oleh guru senior yang berpengalaman terhadap guru baru (novice), berdasarkan penugasan secara resmi dari sekolah. Dalam hal ini, guru baru dapat menimba berbagai pengetahuan dan keterampilan dari mentornya (Feiman-Nemser and Parker, 1993). Sedangkan secara informal dapat dilakukan melalui kegiatan pembicaraan yang tidak resmi, misalnya pada saat berada di ruang guru, halaman sekolah dan tempat-tempat lainnya yang sifatnya tidak resmi. Bentuk lain belajar melalui interaksi dengan guru lain adalah melalui kegiatan MGMP/MGBK dan pertemuan profesional lainnya, dimana guru dapat saling belajar dan berbagi pengetahuan. Kegiatan supervisi pembelajaran, baik oleh guru senior, kepala sekolah maupun pengawas sekolah, termasuk ke dalam kategori cara belajar ini. Demikian juga, program lesson study merupakan salah satu bentuk cara belajar guru melalui interaksi dengan guru lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Guru belajar melalui ahli/konsultan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ketiga, guru dapat belajar melalui ahli/konsultan. Dalam kegiatan ini, sekolah menyediakan seorang atau beberapa orang ahli/konsultan khusus dari luar untuk membelajarkan para guru di sekolah. Secara berkala, ahli/konsultan tersebut dihadirkan di sekolah untuk membelajarkan guru, misalnya dalam bentuk workshop atau layanan konsultasi. Melalui cara ini, para guru akan memperoleh pemahaman tentang berbagai inovasi pendidikan sekaligus memperoleh bimbingan dalam penerapannya. Dalam konteks ini, pengawas sekolah (educational supervisor) seyogyanya dapat diposisikan sebagai tenaga konsultan yang dibutuhkan untuk kepentingan peningkatan kemampuan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Guru belajar melalui pendidikan lanjutan dan pendalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi yang mendasari cara yang keempat ini, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang, semakin lebih baik pula tingkat kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kemampuan guru, seyogyanya guru didorong untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti pendidikan pendalaman akademik. Pendidikan lanjutan artinya guru melanjutkan studi sesuai dengan bidangnya, misalkan seorang guru Bimbingan dan Konseling yang sudah memiliki tingkat pendidikan S1, kemudian dia melanjutkan lagi studinya ke S2 Program Magister Bimbingan dan Konseling, dan seterusnya. Sedangkan pendidikan pendalaman, bisa dilakukan melalui kursus-kursus dan pendidikan alternatif yang relevan. Misalnya, guru Ekonomi yang berlatarbelakang S1 Pendidikan Ekonomi, untuk pendalaman bidang akademiknya dia bisa mengikuti pendidikan S1 alternatif di Fakultas Ekonomi.&lt;br /&gt;Di samping memperoleh kemampuan yang lebih baik, kegiatan pendidikan lanjutan berkolerasi pula dengan tingkat penghasilannya (Renyi, 1996). Di Amerika, kegiatan pendidikan pendalaman banyak dilakukan pada musim summer atau setelah selesai jam sekolah. Demikian pula, di negara-negara tertentu, guru-guru banyak mengikuti program in service trainning dengan dititipkan (pencangkokan) di Perguruan Tinggi untuk beberapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Guru belajar melalui cara yang terpisah dari tugas profesionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang kelima ini, guru belajar tentang hal-hal yang sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan tugas-tugas profesionalnya, seperti pengembangan kemampuan intelektual dan moral terkait perannya sebagai orang tua, mengikuti pelatihan sebagai pengurus organisasi di masyarakat, pelatihan kepemimpinan dalam bisnis dan sebagainya. “They learn about nondidactic forms of instruction…”, demikian dikemukan oleh Lucido (1988). Meski tidak berhubungan langsung dengan tugas profesionalnya, beberapa hasil-hasil pelatihan tersebut dapat ditransfer untuk kepentingan penguatan kemampuannya sebagai guru. / Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-135981206185292667?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/135981206185292667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/135981206185292667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/5-cara-guru-belajar.html' title='5 Cara Guru Belajar'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-6372579995102096709</id><published>2009-02-23T11:01:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T11:03:28.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Standar Nasional'/><title type='text'>8 Standar Nasional Pendidikan</title><content type='html'>17/10/2008  | Wajib Belajar Pendidikan Dasar 1945 - 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--  --&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} --&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pasal 35 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tegas menyatakan tentang standar nasional pendidikan, yang kemudian dijabarkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Artinya, semua satuan pendidikan harus memenuhi delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar manajemen, standar pembiayaan, standar penilaian.&lt;br /&gt; Sumber : Edupedia / www.depdiknas.go.id&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-6372579995102096709?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6372579995102096709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/6372579995102096709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/8-standar-nasional-pendidikan.html' title='8 Standar Nasional Pendidikan'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-3143110656467464975</id><published>2009-02-23T10:57:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T10:58:35.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SD SMP Satu Atap'/><title type='text'>SD SMP Satu Atap</title><content type='html'>&lt;p&gt;16/10/2008  | Wajib Belajar Pendidikan Dasar 1945 - 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;SD SMP Satu Atap merupakan salah satu program pemerintah guna mempercepat pencapaian target Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Tujuan dari program SD - SMP Satu Atap sendiri untuk mengatasi kendala yang dihadapi anak - anak lulusan sekolah dasar yang tinggal di daerah - daerah terpencil. Konsep pembangunan SD SMP Satu Atap ini adalah mendekatkan lembaga pendidikan SMP ke SD di daerah dengan kondisi georafis yang sulit atau terpencil, agar tamatan SD dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. (&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sd-smp-satu-atap.html"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-3143110656467464975?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/3143110656467464975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/3143110656467464975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sd-smp-satu-atap_23.html' title='SD SMP Satu Atap'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-3274855299318995692</id><published>2009-02-23T10:50:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T10:55:23.605+07:00</updated><title type='text'>SD SMP Satu Atap</title><content type='html'>&lt;b&gt;SD SMP Satu Atap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                        16/10/2008  | Wajib Belajar Pendidikan Dasar 1945 - 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;SD SMP Satu Atap merupakan salah satu program pemerintah guna mempercepat pencapaian target Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Tujuan dari program SD - SMP Satu Atap sendiri untuk mengatasi kendala yang dihadapi anak - anak lulusan sekolah dasar yang tinggal di daerah - daerah terpencil. Konsep pembangunan SD SMP Satu Atap ini adalah mendekatkan lembaga pendidikan SMP ke SD di daerah dengan kondisi georafis yang sulit atau terpencil, agar tamatan SD dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan satu atap mencakup keterpaduan secara fisik dan pengelolaan. Maksud dari keterpaduan secara fisik berarti lokasi SMP menyatu atau berdekatan. Sedangkan keterpaduan dalam pengelolaan artinya memiliki keterpaduan dalam pengembangan visi dan misi pendidikan dasar di lingkungan setempat, penyusunan program kerja tahunan sekolah, pengelolaan penerimaan siswa baru, usaha mengatasi angka putus sekolah, angka mengulang, dan angka transisi, pengembangan usaha peningkatan mutu pendidikan dasar dan memiliki keterpaduan dalam usaha mengatasi kebutuhan tenaga kependidikan dan sarana penunjang proses belajar mengajar. &lt;/p&gt; Adanya SD SMP Satu Atap ini diharapkan mampu memperluas dan menyamaratakan layanan pendidikan dasar di daerah terpencil. Sehingga lulusan SD, bisa langsung melanjutkan ke SMP, tanpa berpindah di lokasi lain. Meskipun program tersebut dinamakan SD SMP Satu Atap, tetapi secara kelembagaan di lokasi tersebut ada 2 (dua) satuan pendidikan yaitu SD dan SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Edupedia / www.depdiknas.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-3274855299318995692?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/3274855299318995692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/3274855299318995692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sd-smp-satu-atap.html' title='SD SMP Satu Atap'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-4099383132966123342</id><published>2009-02-23T10:49:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T10:50:18.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMP Terbuka'/><title type='text'>SMP Terbuka</title><content type='html'>&lt;b&gt;SMP Terbuka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                         14/10/2008  | Wajib Belajar Pendidikan Dasar 1945 - 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SMP Terbuka merupakan sekolah formal yang berinduk pada SMP regular yang terdekat baik negeri maupun swasta yang memenuhi syarat dengan bentuk pendidikan terbuka dan pendidikan jarak jauh. SMP Terbuka menitikberatkan pada belajar secara mandiri dan tetap ada kegiatan tatap muka tetapi terbatas. Konsepnya, proses pembelajaran tidak terikat tempat dan waktu.&lt;br /&gt;Sumber : Edupedia / www.depdiknas.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-4099383132966123342?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/4099383132966123342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/4099383132966123342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/smp-terbuka.html' title='SMP Terbuka'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-7030256403763281174</id><published>2009-02-22T23:42:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T23:44:08.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan Kaki'/><title type='text'>Sehatnya Berjalan Kaki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s1600-h/jk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s200/jk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305662596250288946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehatnya Berjalan Kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 - 10 MENIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut jantung meningkat dari 100 hingga 140 detak per menit. Kalori yang terbakar setiap menit juga meningkat, menjadi 6 kalori per menit. Tekanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;darah yang sedikit meningkat diantisipasi dengan pelepasan bahan kimia yang memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu, darah dan oksigen yang mengalir juga lebih banyak, terutama untuk menggerakkan otot.(&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sehatnya-berjalan-kaki.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-7030256403763281174?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/7030256403763281174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/7030256403763281174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sehatnya-berjalan-kaki_22.html' title='Sehatnya Berjalan Kaki'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s72-c/jk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-1057019129245683525</id><published>2009-02-22T23:37:00.005+07:00</published><updated>2009-02-23T10:56:01.502+07:00</updated><title type='text'>Sehatnya Berjalan Kaki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s1600-h/jk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s200/jk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305662596250288946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehatnya Berjalan Kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 - 10 MENIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut jantung meningkat dari 100 hingga 140 detak per menit. Kalori yang terbakar setiap menit juga meningkat, menjadi 6 kalori per menit. Tekanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;darah yang sedikit meningkat diantisipasi dengan pelepasan bahan kimia yang memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu, darah dan oksigen yang mengalir juga lebih banyak, terutama untuk menggerakkan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 - 20 MENIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu tubuh mulai naik, dan kamu mulai berkeringat. Seiring dengan itu, pembuluh darah dekat kulit juga melebar karena melepaskan panas. Ketika langkah kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin cepat, kalori yang terbakar bertambah hingga 7 kalori setiap menitnya, dan napas pun semakin berat. Hormon2 seperti epinephrine dan glucagon, yang berfungi mengatur metabolisme karbohidrat, protein dan lemak akan meningkat karena melepaskan bahan bakar untuk otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 - 45 MENIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI menit terakhir ini, tubuh kamu akan merasa segar, rileks dan FRESH!. Seiring dengan itu, tubuh juga melepaskan ketegangan. Ini karena terjadi pelepasan senyawa kimia seperti endorphin dalam otak. Selain itu, lemak yang terbakar juga semakin banyak, insulin (yang membantu menyimpan lemak) menurun. Olahraga jalan kaki ini sangat baik buat kamu2 yang mempunyai masalah dengan kelebihan berat badan atopun diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari rame2 berjalan kaki tiap harinya supaya tubuh menjadi segar 'n sehat ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-1057019129245683525?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/1057019129245683525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/1057019129245683525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/sehatnya-berjalan-kaki.html' title='Sehatnya Berjalan Kaki'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaGABUuTQzI/AAAAAAAAAHs/DD6U4KqPglQ/s72-c/jk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-4048098587144385273</id><published>2009-02-22T23:35:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T23:37:21.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moody'/><title type='text'>Moody</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s1600-h/bos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s200/bos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305660898709536066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Menghadapi Boss Yang Suka “Moody”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mempunyai boss yang ‘moody’/'suka murung', seringkali kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menyenangkan di tempat kerja, bahkan cenderung memojokkan diri kita. Dimana, jika keadaan hatinya sedang tidak enak, ia dengan mudah mencari kesalahan-kesalahan bawahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, supaya kamu merasa enjoy dengan pekerjaan kamu walaupun mempunyai boss yang ‘moody’, ada baiknya kamu intip beberapa tips di bawah ini: (&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/moody.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-4048098587144385273?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/4048098587144385273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/4048098587144385273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/moody_22.html' title='Moody'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s72-c/bos.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-7572424974779869521</id><published>2009-02-22T23:23:00.006+07:00</published><updated>2009-02-23T10:56:30.266+07:00</updated><title type='text'>Moody</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s1600-h/bos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s200/bos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305660898709536066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menghadapi Boss Yang Suka “Moody”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mempunyai boss yang ‘moody’/'suka murung', seringkali kita dihadapkan pada keadaan yang tidak menyenangkan di tempat kerja, bahkan cenderung memojokkan diri kita. Dimana, jika keadaan hatinya sedang tidak enak, ia dengan mudah mencari kesalahan-kesalahan bawahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, supaya kamu merasa enjoy dengan pekerjaan kamu walaupun mempunyai boss yang ‘moody’, ada baiknya kamu intip beberapa tips di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kenalilah semua rekan kerja kamu dengan baik, terutama boss kamu langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Berusaha untuk berteman dengan boss kamu, bisa akrab, itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Gali lebih dalam cara kerja, prinsip profesionalisme dan tujuan boss kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;• Jangan segan-segan untuk bertanya dan meminta saran serta dukungan dari boss kamu mengenai kerjaan yang sedang kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;• Tetaplah mengerjakan semua tugas dengan baik dan benar serta tepat waktu dengan hasil yang memuaskan, sehingga si boss akan melihat kesungguhan kamu dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Sekali-kali tawarkan diri kamu untuk membantu boss, agar target perusahaan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Bicarakan secara baik-baik dengan boss kamu, perihal perilakunya yang kurang&lt;br /&gt;menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Beri kesempatan kepada boss kamu untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Jadilah orang yang tidak cepat merasa puas, pemalas, cuek, tidak bertanggung jawab dan cepat merasa sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Tetaplah selalu bersikap proaktif, membangun inisiatif yang tinggi dan teruslah mengasah kemampuan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Jangan pernah memasukkan urusan pekerjaan ke dalam hati, apalagi sampai mempunyai rasa dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kamu bisa meminta saran kepada teman atau atasan lain mengenai masalah yang sedang kamu hadapi. Berkonsultasi dengan HRD juga merupakan salah satu solusi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Biarkan atasan boss kamu atau pihak HRD yang akan menyampaikan kepada boss kamu langsung mengenai permasalahan yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bila pihak-pihak terkait tidak juga dapat membantu kamu, atau justru malah menyudutkanmu. Maka, inilah saatnya untuk kamu mencari kesempatan lain diluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mulailah mencari pekerjaan di tempat lain, tentunya melamar dengan bijaksana yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan karakter kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Tetaplah bersemangat!!!.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-7572424974779869521?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/7572424974779869521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/7572424974779869521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/moody.html' title='Moody'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaF-eg5C_UI/AAAAAAAAAHk/2v7db3LVRE8/s72-c/bos.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-2343698844145573877</id><published>2009-02-22T22:46:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T22:48:39.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Belajar'/><title type='text'>Cara Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s1600-h/cb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s200/cb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305647722372200210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cara Belajar Yang Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar adalah melihat, mendengar, memperhatikan, mempelajari, dan kegiatan lain yang menunjang dengan tujuan orang yang belajar bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah maupun di kampus ketika jam pelajaran berlangsung yang dibimbing oleh Bapak guru atau Ibu dosen. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah, baik dengan PR (pekerjaan rumah) maupun tidak. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru dan waktu yang sedikit mengakibatkan dampak yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana belajar yang baik? Apa kuncinya? Berikut ini tips-tips nya: (&lt;a href="http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/cara-belajar.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-2343698844145573877?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/2343698844145573877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/2343698844145573877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/cara-belajar_22.html' title='Cara Belajar'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s72-c/cb.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2137891123516855039.post-2282888055632606364</id><published>2009-02-22T22:32:00.003+07:00</published><updated>2009-02-23T00:22:51.457+07:00</updated><title type='text'>Cara Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s1600-h/cb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s200/cb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305647722372200210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Belajar Yang Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar adalah melihat, mendengar, memperhatikan, mempelajari, dan kegiatan lain yang menunjang dengan tujuan orang yang belajar bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah maupun di kampus ketika jam pelajaran berlangsung yang dibimbing oleh Bapak guru atau Ibu dosen. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah, baik dengan PR (pekerjaan rumah) maupun tidak. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru dan waktu yang sedikit mengakibatkan dampak yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana belajar yang baik? Apa kuncinya? Berikut ini tips-tips nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Niat dan berdoa.&lt;br /&gt;Kalau tidak ada niat, belajar sekeras apapun tidak ada gunanya. Berdoalah kepada Tuhan YME agar proses belajar dapat dimudahkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Membaca.&lt;br /&gt;Kamu harus rajin membaca, karena dengan membaca, wawasan kita akan bertambah luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.&lt;br /&gt;Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Rajin mengulang pelajaran.&lt;br /&gt;Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Belajar dengan serius dan tekun.&lt;br /&gt;Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.&lt;br /&gt;Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, Belajar kelompok.&lt;br /&gt;Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tips cara belajar yang baik, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin! (bergaul.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2137891123516855039-2282888055632606364?l=dra-lisdawati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/2282888055632606364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2137891123516855039/posts/default/2282888055632606364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dra-lisdawati.blogspot.com/2009/02/cara-belajar.html' title='Cara Belajar'/><author><name>Dra. Lisdawati Zuismar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596974641465965227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaaXbZfE_OI/AAAAAAAAAL0/S38b9IMU-Bo/S220/gr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LQjNOyzM2fA/SaFyfjNa9xI/AAAAAAAAAG8/O7I2uKb4-4U/s72-c/cb.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
